14 Juli 2009

Teks Pidato TPA Masjid Nurul Huda, Ngentakrejo

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُه
Alkhamdulillahirabbil ‘aalamin. Asyhadu allaailaahaillallah wahdahuulaasyariikalah, Wa-asyhadu annamukhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allaahumma sholli ‘ala Mukhammad wa’alaa-aalimukhammad.
Dewan zuri yang saya hormati, rekan-rekan peserta lomba yang saya hormati serta hadirin yang berbahagia. Pertama dan yang paling utama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya pada kita semua, sehingga pada kesempatan kali ini kita masih diperkenankan mengikuti lomba Festifal anak sholeh ini. Seiring do’a mudah-mudahan kehadiran kita disini dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah bagi kita semua.Amiin yaarabba ‘almin. Sholawad dan salam semoga tetap tercurah pada junjungan rosulullah Muhammad Saw, keluarga, shahabat dan umatnya, semoga termasuk kita semua. Amin

Dewan zuri yang saya hormati, dan hadirin yang dirahmati allah.

Dalam pidato ini perkenankanlah saya menguraikan sedikit tentang “bagaimana berbakti pada orang tua”.

Kalau kita membaca sekian banyak ayat, khadis, dan kisah para salaf tentang berbakti pada orang tua, akan membuat kita tertegun, betapa besar perhatian ajaran islam, para sahabat dan para ulama. Bahkan, dalam hal-hal yang sifatnya sangat kecil sekalipun, disebutkan dalam al-qur’an . Seperti, larangan berkata “ah” sikap kita saat dipangil. Hal itu menunjukan bahwa berbakti pada orang tua adalah urusan yang sangat penting. Amat besar dosanya apabila dilalaikan, tetapi sebaliknya begitu agung pahala yang dijanjikan jika ditunaikan.

Dewan zuri dan hadirin yang saya hormati.

Dalam beberapa ayat, wasiat untuk berbakti pada orang tua diposisikan setelah wasiat untuk beribadah pada Allah dan tidak untuk menyekutukan-Nya. Allah berfirman dalam surat annisa Ayat 36 yang berbunyi kurang leih demikian :

وَاعْبُدُوااللهَ وَلاَتُشْرِكُوْابِه شَيْأً وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا

Yang artinya :” Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak..”

Hadiri yang insyaAllah dimulyakan Allah.

Dari ayat di atas, telah disebutkan bahwa , berbakti pada orang tua memiliki urutan kedua setelah berbakti pada Allah. Dan dosa durhaka pada orang tua adalah dosa terbesar kedua, setelah syirik kepada Allah. Dalam hal ini Ibnu katsir dalam tafsirnya mengatakan “setelah disebutkan hak sang pencipta atas hamba, Allah jelaskan hak makhluk atas hamba. Dan yang paling utama adalah hak orang tua.

Dewan zuri yang saya hormati dan hadirin yang berbahagia.

Banyak cara berbakti pada orang tua, tetapi yang paling ditekankan adalah menjaga lisan. Lisan kita ini, ibarat pisau tajam yang bisa melukai siapa saja. Pada orang tua, sedikitpun janggan sampai lisan melukai keduanya. Kalimat “ah” adalah secuil kata yang menunjukan rasa enggan, yang andaipun terucap orang tua mungkin masih menerimanya. Namun harus kita sadari, apa yang disebutkan Al-qur’an bukanlah kiasan semata. Kalimat sederhana itu benar-benar dilarang, sedang kata yang leih kasar dari itu tentu saja lebih tidak diperkenankan.

Coba sekarang kita koreksi bersama. Berapa kali kata-kata bernada marah, kesal, membentak sambil melotot dan sebagainya pernah terlontar dan tertuju pada orang tua kita. Nastaghfirullaahal ‘adziim, semoga Allah mengampuni kita semua. Ternyata dibutuhkan kehati-hatian yang luar biasa untuk menjaga lisan kita. Lebih-lebih pada orang tua kita.

Hadirin yang saya hormati.

Dalam suatu khadis yang diriwayatkan imam Tirmidzi, rosulullah SAW bersabda

اَلْوَالِدُاَوْسَطُ اَبْوَابِ الْجَنَّةِفَاِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ اَوْاِحْفَظْهُ

Yang artinya :

“Orang tua adalah pintu jannah yang paling tengah, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan Ia, atau hendak kamu menjaganya.”

Dari khadis ini Al-Qodhi berkata maksud pintu jannah atau syurga yang paling tengah adalah pintu yang paling bagus dan paling tinggi. Dengan kata lain sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorng kedalam syurga dan mendapat derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orang tua dan menjaganya. Bersyukurlah jika kita masih memiliki orang tua, karena didepan kita ada pintu jannah yang lebar menganga. Terlebih bila orang tua kita telah berusia lanjut, dalam keadaan tak berdaya,atau mungkin sudah pelupa, pikun atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.

Rata-rata manusia, begitu antusias dan bersuka cita tatkala memandikan bayinya, mencebokinya dan merawatnya dengan ceria. Berbeda halnya dengan orang tuanya yang kembali menjadi seperti bayi. Rasa malas, bosan, dan kadang kala sering kali terungkap dalam kata dan perilaku. Mengapa ini bisa terjadi? Munkin karena Ia hanya melihat dari sisi dunianya saja, sibayi bisa diharapkan nantinya akan bisa meneruskan cita-citanya, sedang orang tua yang renta taklagi diharapkan manfaatnya. Namun andai saja kita melihat dari sisi akherat, sunguh kita kan memperlakukan orang tua kita yang renta dengan baik. Karena hasil yang kita panen lebih banyak dan lebih kekal.

Sehingga kalau ada orang yangmendapatkan orang tuanya berusia lanjut, tapi ia tidak masuk syurga itu namanya “SUNGGUH TERLALU” karena kesempatan baginya untuk masuk syurga seharusnya lebih mudah.

Dewan zuri yang saya hormati serta hadirin yang insyaAllah dimulyakan Allah.

Demikian yang dapat saya sampaikan Mudah-mudahan kita bisa memetik manfaatnya dengan senantisa berbuat baik kepada orang tua kita. Amiin yaarobbal ‘alamiin.

Kurang lebihnya mohon maaf, Astaghfirullaahal’adzim

وَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Teks Pidato TKA Masjid Nurul Huda, Ngentakrejo


اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alkhamdulillahirabbil ‘alamin. Asyhadu allaailaahaillallah wahdahuulaasyarikalah, Wa-asyhadu annamukhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allaahumma sholli ‘ala Mukhammad wa’alaa-aalimukhammad.

Dewan zuri yang saya hormati, rekan-rekan peserta lomba yang saya hormati serta hadirin yang berbahagia. Pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya pada kita semua, sehingga pada hari ini kita masih diperkenankan mengikuti lomba Festifal anak sholeh ini. Seiring do’a mudah-mudahan kehadiran kita disini dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah bagi kita semua.Amiin yaarabbal ‘alamin. Sholawad dan salam semoga tetap tercurah pada junjungan rosulullah Muhammad Saw, keluarga, shahabat dan umatnya, semoga termasuk kita semua. Amin

Dewan zuri yang saya hormati, dan hadirin yang dirahmati Allah.

Dalam pidato ini perkenankanlah saya menguraikan sedikit tentang “ keutamaan Membaca Al-qur’an”.

Al-qur’anul karim adalah buku undang-undang yang memuat hukum-hukum islam. Menjadi sumber yang melimpahkan kebaikan dan hikmah pada hati yang beriman. Al-qur’an merupakan sarana yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan membaca, merenungkan makna-maknanya serta mengamalkan isinya. Membaca A-qur’an itu ibadah. Karena itu Al-quran harus selalu dibaca agar mendapat pahala yang besar dari allah SWT. Bahkan rosulullah Muhammad SAW bersabda :

اِقْرَاُالْقُرْانَ فَاِنَّـهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًالِأصْحَابِهِ

Yang artinya :

“ Bacalah Al-qur’an oleh kalian, karena Al-qur’an itu kelak pada hari kiamat akan datang sebagai syafa’at kepada orang-orang yang membacanya.” (HR : Muslim)

Dewan zuri yang saya hormati, dan hadirin yang insyaAllah dirahmati Allah.

Dalam hadis tersebut telah jelas, bahwa Al-qur’an pada hari kiamat akan datang memberi pertolongan atau syafa’at pada orang yang membacanya. Walaupun hari kiamat belum datang dan hanya Allah yang mengetahui kapan terjadinya, namun dari penjelasan banyak hadis dan ayat Al-quran menerankan bahwa besok pada hari kiamat itu manusia akan bingung. Orang tua akan melupakan anaknya, anak tidak ingat lagi siapa ibu bapaknya. Semua orang bingung dan hanya memikirkan dirinya sendiri untuk mencari keselamtan. Pada saat itulah Al-qur’an akan datang memberi petunjuk pada orang-orang yang dulunya membaca dan mengamalkan isinya, sehingga Ia tidak lagi bingung seperti orang lain yang tidak pernah mengamalkan al-quran dan membacanya.

Dewan zuri yang saya hormati dan hadirin yang berbahagia.

Untuk itu saya mengajak, marilah kita sama-sama memperbanyak membaca Alqur,an, mempelajari isi kandungannya, mengajarkan dan yang paling penting adalah mengamalkan isinya. Mudah-mudahan kita mendapat petunjuk dari Allah dan mendapatkan pahala yang besar, Amiin yaarobbal ‘aalamin.

Allah berfirman dalam surat Al-isra’ ayat 9, yang berbunyi kurang lebih demikian :


اِنَّ هذَاالْقُرْانَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَ مُ وَيُبَشِّرُالْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّلِحتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًاكَبِيْرًا

Yang artinya :

“ Sesungguhnya Al-qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar kepada orang-orang mukmin yang mengajarkan amal sholeh, bahwa mereka akan mendapatkan pahala yang besar”

Dewan zuri yang saya hormati, serta hadirin yang berbahagia.

Demikian yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf , Astaghfirullaahal ‘adzim

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ



0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com